Hati-hati! Jangan Tergiur Travel yang Menawarkan Umroh Murah

Hati-hati! Jangan Tergiur Travel yang Menawarkan Umroh Murah

Pada Jumat, 30 Agustus 2019 yang lalu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Singkil bersama dengan sejumlah biro perjalanan haji, telah melakukan diskusi dan sosialisasi mengenai pemberangkatan haji dan umroh.

Dari hasil pertemuan tersebut, Kemenag Kabupaten Aceh Singkil bertekad untuk melakukan pengawasan terhadap biro perjalanan pemberangkatan haji dan umroh setempat, karena belakangan ini telah ditemukan biro tour and travel pemberangkatan haji dan umroh yang tidak bertanggung jawab.

Dalam sambutannya di Aula Kantor Kemenag Aceh Singkil, Kepala Kantor Kemenag Aceh Singkil, Salihin Mizal menuturkan bahwa keberangkatan travel yang tidak jelas ini diakibatkan oleh visa yang tidak keluar, padahal semua sudah lengkap dan pembayaran sudah lunas.

Belajar dari berbagai masalah yang terjadi tersebut, pihak Kemenag akan terus melakukan pengawasan terhadap biro perjalanan haji dan umroh, khususnya di Aceh Singkil.

Usai membuka kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), pihaknya akan melakukan sosialisasi, lalu tim pengawasan Kemenag akan langsung turun tangan menyeleksi travel maupun biro yang mengadakan perjalanan pemberangkatan haji dan umroh sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Adapun himbauan dari Kemenag kepada masyarakat agar tidak langsung tergiur dengan promo haji dan Jangan Tergiur Travel yang Menawarkan Umroh Murah. Masyarakat harus selektif dalam memilih biro yang terpercaya, sehingga ke depannya tidak merugikan dirinya sendiri.

Saat ini, Kemenag telah menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah umroh yang sesuai standar minimal adalah 20 juta rupiah. Dan jika harga yang ditawarkan itu di bawah 20 juta, maka kejanggalan tersebut perlu dipertanyakan, mengapa harga umroh murah. Jumlah biaya minimal tersebut juga telah ditetapkan di dalam peraturan Menteri Agama nomor 221 tahun 2018.

Jadi, sebagai muslim Indonesia, sebaiknya Anda percaya dengan peraturan tersebut, bukan percaya dengan biro dan travel umroh dan haji yang baru Anda kenal.

Harga perjalanan umroh minimal 20 juta tersebut berdasarkan rincian keberangkatan umrah yang meliputi biaya tiket pesawat kira-kira Rp 14 juta sampai dengan Rp 15 juta. Sisanya adalah biaya akomodasi, kesehatan, pelayanan dan bimbingan saat umroh, perlindungan jamaah, dan beban administrasi lainnya.

Jadi, jika dilogika, kalau ada biro yang menawarkan promo Rp 17 juta atau Rp 18 juta, dikhawatirkan pelayanan untuk jamaah kurang maksimal. Misalnya dalam hal penginapan, bisa saja harusnya sekamar hanya diisi untuk 2 orang menjadi 5 orang.

Salihin juga menjelaskan bahwa antrian Pemberangkatan Ibadah Haji Khusus (PIHK) mencapai 17 ribuan lebih, yang mana calon jamaah akan diberangkatkan 7 hingga 8 tahun ke depan. Jumlah tersebut hanyalah 8% dari kuota secara nasional. Dan yang berhak mendapatkan fasilitas antrian PIHK adalah para pejabat negara yang tidak memerlukan waktu sampai 40 hari dalam melaksanakan ibadah haji. Dengan kata lain, jika syarat dalam melaksanakan rukun haji sudah lengkap, maka mereka akan segera dipulangkan. Mungkin hal ini berkaitan dengan tugas negara yang harus mereka laksanakan, dan tidak boleh mereka tinggalkan dalam kurun waktu tertentu.

Mengingat saat ini sudah banyak travel yang tidak bertanggung jawab, Salihin kembali berpesan bahwa ada 5 hal yang perlu diperhatikan ketika hendak berangkat haji, salah satunya adalah selektif dan jelas dalam memilih travel keberangkatan.

Selain membahas mengenai cara memilih biro haji dan umroh murah secara cermat, pihak KBIH Aceh Singkil juga berharap agar Bupati Aceh Singkil dapat mengusulkan penambahan kuota keberangkatan haji melalui embarkasi Aceh. Hal ini dilakukan agar masyarakat Aceh Singkil tidak perlu berangkat melalui KBIH Medan lagi, seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya.

Leave a Comment